7 March 2018

Kisah Sukses Pengusaha Bagus Membesarkan Vanila Hijab


Kisah Sukses Pengbisnis Cantik Membesarkan Vanila Hijab - Saat ini hijab sudah tak lagi menjadi sebuah epilog kepala saja, namun sekarang hijab sudah menjadi sebuah trend. Trend hijab mengalami perkembangan yang pesat sesampai kemudian model hijab semakin beragam. Semakin kaya nya orang yang berhijab tentu ini menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanapabilan untuk di geluti. 

Pengbisnis muda yang sukses dalam bisnis hijab ini merupakan abang beradik yaitu Intan dan adiknya Atina. Awalnya abang beradik ini hanya iseng saja berjualan hijab hanya untuk mengisi waktu luang mereka. Pada awal memulai bisnis hijab ini mereka hanya memakai aplikasi BBm saja dan juga memakai SMS untuk pemasarannya. Yang pertama kali menjalankan bisnis jual beli hijab ini merupakan atina. Dia menjalankan bisnis ini selama tiga bulan atina menjalankan bisnis online shop ini sendirian, tepatnya tahun 2012 ketika itu ia masih berusia 18 tahun.

Atina hanya mengambil barang di sentra grosir hanya apabila ada konsumen yang tertarik. Setelah pembeli membayar barang tersebut, ia gres kemudian menyetorkan kepada pemasok. Kaprikornus bisnis yang dijalankan Atina sanggup di bilang dimulai tanpa mengeluarkan modal sedikitpun kecuali biaya untuk koneksi internet. 

Dan ketika itu Intan, kakaknya masih kuliah di PPM Manajemen jurusan finance business mendapatkan kiprah membuat bisnis gres sebagai syarat kelulusan. Kemudian adiknya mengatakan untuk mengelola bisnis hijab online bersama - sama. Kemudian sekitar tiga bulan selanjutnya Intan yang ketika ini berusia 23 tahun ini lebih rajin memantau bisnis tersebut hingga kemudian balasannya ia benar - benar merasa mantap untuk menekuni bisnis online hijab tersebut dan menjadi wirabisnis.


Bisnis online hijab yang di kelola dua abang beradik ini pada tahun pertama berjalan dengan lancar.Kemudia Intan dan Atina memutuskan untuk memproduksi sendiri produk hijabnya dalam jumlah besar. Saat itu mereka berdua hanya mengandalkan dua model hijab saja yaitu segiempat dan pashmina. Intan dan Atina kemudian mencari konveksi yang menyanggupi ajakan mereka.

Setelah mereka mendapatkan konveksi yang sanggup mendapatkan ajakan kedua abang beradik ini, proses produksi pun berjalan. Namun adminng mereka berdua mengalami kendala. Jilbab yang di produksi di nyatakan gagal dan tak layak untuk di jual alasannya ialah tak sesuai oleh keinginan mereka berdua. Hasil dari produk hijabnya terdapat panjang ukuran yang berbeda - beda sesampai kemudian tak sanggup di jual kembali. Saat itu kerugian yang mereka tanggung mencapai 70 juta rupiah. Tentu kerugian yang tak sedikit, dan alasannya ialah hal ini abang beradik ini sempat frustasi dan tak ingin melanjutkan bisnis kembali.

Namun alasannya ialah kiprah orang renta yang selalu mengatakan dorongan dan semangat untuk tetap berdiri membuat abang beradik ini kembali memulai bisnis dan menghadapi suka dan sedih di dalam dunia bisnis. Berkat ketekunan kedua abang beradik ini mengelolaa bisnis hijab, balasannya prduk hijabnya sukses di pasaran dengan nama Vanilla Hijab. Saat ini produk Vanilla Hijab cukup populer di media sosial, khususnya di instagram dengan jumlah pengikut lebih dari 300 ribu follower dan juga berhasil terdapat dua konveksi sendiri.

Dalam waktu satubulan mereka bisa memproduksi sekitar empat jenis model hijab yang setiap modelnya di produksi hingga kemudian sekaya 1.500 potong. Masing - masing jenis jilbab tersebut terdiri dari delapan hingga sepuluh warna yang masing - masing didominasi dengan warna - warna pastel. Warna pastel merupakan salahsatu warna konsep kedua abang beradik ini. Jarang sekali mereka memproduksi jilbab dengan warna bold atau neon ibarat warna kuning terperinci atau pink neon. Namun terkadang ada juga sedikit warna gelap standar yang di produksi ibarat warna biru, hitam, dan juga marun.



Bisnis nya yang sudah populer khusunya di kalangan para hijabers, membuat hijab yang di produksinya selalu habis terjual sesudah usia di produksi. Padahal kedua abang beradik ini sudah memproduksi hingga kemudian 3.500 potong hijab perbulannya, bahkan Intan dan Atina sempat merasa takut apabila produk hijabnya tak laris terjual. Namun siapa sangka apabila barang yang sudah di produksi eksklusif habis terjual dalam hitungan setengah jam saja. Sampai ketika ini Vanilla Hijab selalu mengalami over demand. Karena hal ini lah Vanilla Hijab selalu membatasi pembelian maksimal empat potong saja setiap customer, sesampai kemudian customer yang lain juga kebagian.

Keseriusan kedua abang beradik ini dalam menjalankan bisnis yang awalnya di mulai tanpa modal sama sekali hingga kemudian menjadi sesukses ini membuat Intan dan Atina selalu berinovasi dalam menyebarkan bisnisnya. Dan sekarang mereka berdua lagi menyebarkan aplikasi mobile yang mempermudah para konsumen untuk berbelanja. 

Itulah isu ihwal dua abang beradik yang sukses menjadi pengbisnis muda. Semoga isu tersebut sanggup menginspirasi kita semua. sekian artikel ihwal Kisah Sukses Pengbisnis Cantik Membesarkan Vanila Hijab. Semoga bermanfaat.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon