18 February 2018

Kerajinan Limbah Pinus Raup Omset 30+ Juta Per Bulan

Kerajinan Limbah Pinus Raup Omset 30 Juta per Bulan - Limbah bagi sebagian besar orang merupakan barang yang sudah tak terpakai dan tak terdapat nilai jual. Namun berbeda bagi orang - orang yang kreatif dan arif memaksimalkan peluang yang ada. Tidak selamanya limbah menjadi sampah, di tangan para orang kreatif limbah yang di anggap tak berkhasiat tersebut sanggup menjadi suatu barang yang terdapat nilai jual. Namun berbeda dengan perempuan asal malang, jawa timur. Retno Hastuti perempuan berusia 54 tahun bisa meraup omset hingga kemudian 30 juta perbulan. Retno Hastuti merupakan pemilik galeri kerajinan kayu yang berjulukan GS4 Woodcraft. GS4 sendiri merupakan akronim dari alamat galeri kerajinan itu sendiri ialah Jl. Gondosuli no. 4.

Retno Hastuti memanfaatkan limbah pohon pinus menjadi peluang bisnis yang menjanapabilan dengan omset 30 juta dalam sebulan, dan Retno berhasil melakukannya. Retno menyulap limbah pinus yang tak berkhasiat dari abrik milik temannya. Retno menyulapnya menjadi suatu barang kerajinan yang berkhasiat dan terdapat nilai jual tinggi.

Namun sebelum sanggup menjadi sukses mirip sekarang, Retno harus melalui perjalanan dan proses yang panjang dalam menekuni bisnis kerajinan limbah pinus tersebut. Retno tak begitu saja mencapai kesuksesan dan keberhasilan.


Ide awal bisnis

Retno mengaku bahwa ide bisnis nya ini terinspirasi dari suami dan juga anaknya. Sebelum menjadi pengbisnis sukses mirip kini Retno Hastuti merupakan seorang ibu rumah tangga biasa. Suami Retno seorang dosen arsitektur di salah satu universitas yang ada di malang. Karena itulah ide yang dimiliki Retno muncul lantaran latar belakang suaminya merupakan seorang dosen arsitektur. Mereka kerap membuat gambar bermacam macam hal. 

Kebetulan anak Retno juga terdapat keahlian mirip ayahnya. Dengan melihat keahlian yang dimiliki suami dan juga anak nya membuat Retno hastuti terdapat niat untuk memanfaatkan keahlian tersebut untuk membuat produk - produk yang ingin di buatnya. Retno berfikir apabila ia menjual atau memasarkan sebuah produk, maka produk tersebut harus terdapat sebuah ciri khas atau keunikan tersendiri dari produk lainnya. 

Dan pada tahun 1992, mulailah bisnis kerajinan tangan Retno tersebut di buka. Retno menjalankan bisnis kerajinan nya tersebut awalnya tanpa memakai modal. Retno hanya memanfaatkan limbah pinus dari sisa pabrik salah satu sahabat retno.

Saat masih awal memulai bisnis, semua produk yang di jual Retno di kerjakan sendiri oleh anak dan suaminya. Suami dan anak retno sebagai desainer untuk semua produk yang di jual. Dalam sebulan, Retno sanggup menghasilkan ratusan jenis produk kerajinan. Produk kerajinan tersebut mulai dari aksesoris rumah tangga, media edukasi dan masih kaya produk lainnya. 

Harga yang ditawarkan dari kerajinan yang di buat Retno juga variatif. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 2,5 juta. Seiring pertumbuhan bisnis yang ia kelola semakin meningkat, Retno hingga tak sanggup mengerjakan semua pesanan dari konsumennya. Karena itulah kesannya Retno merekrut tujuh orang karyawan untuk membantu proses produksi kerajinan tangan miliknya.


Hambatan dalam bisnis

Walaupun bisnis yang dikelola Retno mengalami kesuksesan dan tumbuh berkembang sesuai cita-cita namun dalam perjalanan menuju sukses bukannya tanpa hambatan. Pada tahun 1998 bisnis kerajinan tangan retno hampir mengalami kebangkrutan. Karena pada tahun itu di indonesia mengalami krisis moneter yang sangat parah. Sesampai kemudian materi baku untuk pembuatan kerajinan tangan Retno mengalami kenaikan harga yang sangat Fluktuatif atau kenaikan harga yang sangat parah. 

Harga baku yang tak menentu lagikan orderan dari konsumen sudah pada harga yang sudah di sepakati. Kesulitan yang di alami ini hampir saja membuat bisnis kerajinan pinus milik Retno bangkrut. Namun lantaran tekat dan usaha Retno yang berpengaruh supaya tetap bertahan, maka perlahan bisnisnya pun kembali bangun dari keterpurukan. Orderan pun tetap berjalan, meski dikala ini kondisi ekonomi lagi tak bersobat hal itu tak membuat Retno menjadi gelisah. Retno merasa kondusif - kondusif saja lantaran dahulu ia pernah mengalami kondisi sulit bahkan yang lebih parah. Menurut Retno dikala ini penjualan produknya semakin meningkat.


Strategi pemasaran

Dalam memasarkan produknya Retno tak hanya memasarkannya secara offline saja namun juga memasarkan produknya secara online. Salah satu dari cara retno memasarkan produknya melalui online merupakan dengan membuat blog dan melaksanakan promosi dengan memanfaatkan bermacam media sosial.

Media sosial yang dipilih Retno untuk mempromosikan produknya merupakan facebook dan juga instagram. Hal ini Retno rasa cocok dengan produknya, lantaran ia mengatakan produk yang lebih mengutamakan dari sisi visualnya.

Cara memasarkan produk melalui media online ini ternyata sangat bagus untuk perkembangan dalam bisnis kerajinan tangan nya. Karena media umum ini lah yang membuat bisnis kerajinan kayu buatannya sanggup meraup omset samapi Rp 25 juta hingga kemudian Rp 30 juta perbulan. Omset tersebut masih pada trend - trend biasa lantaran apabila pada trend nikah omset yang di sanggup akan lebih besar lagi lantaran kaya konsumen yang memesan produk kerajinan tangannya untuk di jadikan souvenir pernikahan. 

Selain itu, acara festival juga sangat membantu dalam meningkatkan omset penghasilan dari produk kerajinannya tersebut. Karena dengan festival tersebut membuat produknya menjadi semakin terkenal dan dikenal kaya masyarakat.


Macam macam kerajinan dari limbah pinus

Tempat lilin

Jika anda sudah kerap menjumpai daerah lilin yang biasanya hanya berbentuk gelas atau juga kertas maka kerajinan dari pinus ini akan menjadi salah satu alternatif yang sangat menarik dan unik.


Dekorasi hiasan meja

Kerajinan dari pinus ini juga sangat menarik untuk menghiasi meja di rumah anda. Jika anda bosan dengan hiasan meja yang itu itu saja anda sanggup mencoba hiasan meja dari pinus supaya lebih unik dan juga menarik.


Pengikat gorden

Pengikat gorden dari pinus merupakan ide kerajinan tangan yang kreatif dan masih sangat jarang sekali ada. Memanfaatkan buah pinus sebagai pengikat gorden akan sangatunik dan juga terlihat manis untuk menghiasi gorden rumah anda.


Miniatur hewan

Mungkin miniatur dari kayu biasa sudah sangat kaya di temukan. Namun miniatur binatang yang terbuat dari buah pinus ini sanggup membuat suasana menjadi berbeda lantaran terdapat keunikan tersendiri. Kerajinan unik ini juga bisa menjadi salah satu produk best seller.


Pengikat lap makan

Kerajinan tangan untuk pengikat lap makan dari buah pinus ini terlihat sangat manis dan unik. Pengikat lap makan dari buah pinus ini bisa menambah kemewahan meja hidangan anda.


Hiasan perabot dapur

Untuk memperindah perabot dapur yang kurang menarik anda sanggup memakai buah pinus. Buah pinus yang di jadikan kerajinan sebagai hiasan perabot ini sangat unik dan juga niscaya akan membuat perabot rumah tangga menjadi lebih menarik.


Dekorasi gantung

Buah pinus yang di bentuk mirip buket bunga dan di gantung pada langit - langit ruang tamu akan mengatakan kesan lebih indah pada keseluruhan suasana ruang tamu anda. Kerajinan yang di buat dari pohon pinus memamang terdapat keunikan tersendiri dibandingkan dengan kerajinan tangan lainnya.


Sekian artikel tentang Kerajinan Limbah Pinus Raup Omset 30 Juta per Bulan. Semoga bermanfaat.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon